BEDAH BUKU 2019

Bedah buku merupakan acara yang sudah sangat familiar di Pondok assalaam karena pada setiap tahun pengurus OPPPMIA Bagian Penelitian dan Pengembangan mengundang berbagai penulis dari berbagai daerah,salah satunya yaitu Tony Trax yang diundang pada tahun jabatan 2014/2015.

Bedah buku tahun ini dilaksanakan pada Ahad 7 April 2019 yang bertempat di Gelora Assalaam.Untuk bedah buku kali ini,Pengurus OPPPMIA Bagian Penelitian dan Pengembangan mengundang Kurniawan Gunadi,beliau merupakan salah satu social media Influencer yang juga berprofesi sebagai seorang penulis.Acara ini diikuti oleh 250 santriwan dan santriwati.

Proses Penyerahan Kenang-kenangan kepada Kurniawan Gunadi

Mas Gun,Begitulah Orang orang memanggil seorang Kurniawan Gunadi.Sesuai dengan tema yang di usung panitia yaitu “Indeed In Trouble there Is Relief” beliau membahas buku terbarunya yang berjudul “BERTUMBUH”, Bersama keempat temannya, Iqbal Hariadi, Mutia Prawitasari, Novie Ocktavia, Satria Maulana menulis berbagai cerita pendek yang terkumpul dalam satu buku setebal 270 halaman.Buku yang terdiri dari Lima Bab ini membahas tentang keresahan hidup, atau yang sering disebut Quarter Life Crisis.

Pada Bab Pertama Beliau menyatakan bahwa ciri ciri orang yang sedang bertumbuh adalah “Bangun Pagi” yang berarti seseorang yang memiliki cita – cita untuk digapai setiap harinya. Bab dua berisikan kisah-kisah tentang fokus pada tujuan hidup, dan tentang bagaimana cara untuk menjalaninya.

Kemudian, bab tiga mengajak kita agar tidak iri dengan pertumbuhan atau dinamika kehidupan orang lain. Kita seharusnya menjadi orang yang ikut senang dengan keberhasilan orang lain, kemudian terinspirasi untuk menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri. Bab empat menganjurkan kita agar banyak bersedekah. Kita harus menyadari bahwa apa yang kita miliki, baik harta, waktu, tenaga, dan keluarga sekalipun, bukanlah milik kita.

Pada bab terakhir yaitu bab kelima, Mas Gun dan kawan-kawan mengajak kita agar semakin menambah rasa keimanan dalam diri kita. Dengan semakin bertambah keimanan san ketaqwaan, maka akan bertambah pula rasa syukur terhadap apa yang kita dapatkan di dunia ini. Dengan demikian, kita akan semakin mengenal diri kita, dan semakin memahami untuk apa kita diciptakan, serta kemana kita nanti akan berpulang.

Seluruh Panitia Putra

Selain membedah isi buku terbarunya, Mas Gun juga memberikan motivasi kepada para santri. Dengan tujuan untuk mengarahkan santri lebih berani dalam bermimpi, belajar untuk menkonsep hidup ke depan, mendahulukan adab sebelum ilmu, ilmu sebelum beramal.

Language Festival 2019

Guys, this February language division of OP3MIA hold up annual activities that named by Language Festival where the santri expected for implement lessons learned from daily language activities such as Muhadharah , Muhadatsah , and Tazwidul Mufrodat . The event begins on February 16th up to February 23rd 2019. This is a large event that held by Language Division with carry on the theme “With Language We Change the World” and the slogan “If Language Is on Our Mouth, World Is on Our Grasp”.

Saturday , 16th February 2019 where Language Festival began. Opening held in formal concept of use to show that committee’s seriousness to conduct this event . Master of Ceremony leads the way that contain reciting of holy Al-Quran by santri Takhasus , then next with welcoming speech from our LF committee chairman , Sulthan Rafii ‘ Assajid and opened by our beloved Ma’had Director, Ust . Uripto Mahmud Yunus with his Gong Opening that resound in the Assalaam Hall .

The next day, Language Division does not hold up Muhadatsah at the morning as usual but replaced it with Watching Together a movie however with foreign Subtitle. The selected film this time is Johnny Englsih Strikes Again, because the genre is comedy added with some of the action scenes were very suitable being watched by santri Assalaam . With Arabic subtitle, santri expected can understand the course of the movie without Indonesian substitle.

Monday , February 18th 2019 afternoon, Assalaam Hall was fulfilled by students who want look the participants give three language speech,the participants appear with maximum and full with stability on their performance. And at night,their acting skill is tested, Theater with foreign language could train their ability in speak because they need a lot of people and prepared concept in display what is already they plan.

Tuesday afternoon, we as a human told to demanding knowledge in science lesson and also religion lesson. Well LCC participants’s insight deserve to get questionable if they can’t answer the questions from the judges that included religious content and also general content, about Country, sports , and others things.

The next day, the poets were born. Young poet from each generation had to perform a good poetry in English or Arabic. They should read poetry with full appreciation and with the right intonation for thrill the hearts of the judges who already had listening to lot of poetry. That night, Movie dubbing and also the Final debate were contested. Debate this time taking  themed ” I’d rather be a pirates than a ninja “. The themes passable funny anyway however its drain the brain of the participants who must prepare their material with a relatively short time, 5 minutes only. 3 corners point of view , both Pro, Cons , and Neutral must express their opinion with full persuasive side so you can satisfy the jury that exist. Then the competition continues, now movie dubbing train the creativity of santri to adjust their words with what’s in the video.

On February 21, a Language Festival event still continue . This time committee held a story telling and Qishatul Arabiy competition. Displaying story with full of drama and speak of course , train the santri well participants or even the audience for understand language well in form of a story .

Friday night , is one of  the long-awaited event namely, Assalaam X-Factor, the biggest sing event in Assalaam because in this night, the audience spoiled with the small talented singers from each Generation. 3 judges were made confused Who will be the winner because all participants display their best appearance .

Finally , SatNight , however this SatNight was different with the usual ones because this time the LF participants will appreciated with some gift on Awarding Nights. The talented santri get gift by the Language Festival’s committee which totaled approximately 19 competition and interspersed with some motivational videos and performance from Assalaam X-Factor winner.

Some participant win at the Language Festival of this year, X-Factor is won by Rifki Iklil from first grade, Mr. Language won by Taha El Gharib because persistence and work hardness for LF activities take place . There is also 4th grade who won the movie dubbing with video editing that can say intention compared to others and full comedy .

Awarding this Nights at once tell who’s generation that gets the most points Champion. On This 2019 Language Festival , Overall Champion is from 3rd grade. They obtain point 45 followed by 4th grade with 38 points . Announcement champion general at once close event Language Festival already going on around one week.

This event is held with function as a medium for the santri to improve their ability to speak in foreign language they because maybe many of the students who want try speak in foreign but there is no place and time for do it . That’s Language Festival actual destination.

Gladi Tegak dan Lomba Tingkat 1

                Gladi Tegak dan Lomba Tingkat 1 merupakan hal yang asing di kalangan santri Assalaam. Ya, karena tahun ini adalah tahun pertama yang menyelenggarakan acara tersebut Gladi Tegak untuk penggalang (santri shigor) dan Lomba Tingkat 1 untuk penegak (santri kibar). Lalu, siapa pesertanya? Pesertanya adalah seluruh santriwan kelas 1 hingga kelas 4 begitu juga dengan kelas Takhasus yang , telah dibagi menjadi 3 kelompok inti, setiap kelompoknya berisi 10 sangga dan 10 regu dan setiap regu atau sangga berisi 10 orang atau apabila di kalkulasikan setiap kelompok berisi 100 orang penggalang dan 100 orang penegak. Nantinya kelompok-kelompok ini diberi nama SKH 1, SKH 3, SKH 5 .

                Acara ini merupakan ajang kompetisi antar SKH yag melombakan 21 mata lomba. Lomba tersebut bukan hanya lomba kepramukaan tapi juga lomba-lomba keterampilan umum seperti poster, pidato, pentas seni dan lain lain. Hal ini ditujukan agar dapat menambah dan mengasah kemampuan kemampuan yang biasanya hanya terpendam dan jarang di gunakan juga sebagai wadah pencarian prestasi bagi para peminat pramuka maupun non-peminat pramuka. Juga sebagai ajang promosi dan pengenalan kepada para santri bagi kepramukaan Assalaam itu sendiri. Karena sebelumnya pramuka merupakan hal yang kurang diminati dikalangan para santri.

                Untuk penyelenggaranya sendiri merupakan kakak-kakak pembina dari bag. OP Pramuka yang juga dibantu oleh beberapa orang dari keluarga besar OP3MIA 2018/2019. Hebatnya meskupin ini adalah acara OP. Ada beberapa Asatidz yang bersedia langsung terjun sebagai pengamat maupun juri dalam beberapa perlombaan. Hal ini menjadi spesial karena tidak terjadi acara apapun bahkan sebesar POSA sekalipun.

Diklat Jurnalistik

                Pada Hari Kamis, 14 Februari 2019. Bagian Penerbitan OP3MIA mengadakan acara DIKLAT JURNALISTIK. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan bakat dan minat santri PPMI Assalaam di bidang jurnalistik.Diikuti oleh seluruh redaksi majalah santri beserta kadernya yang berjumlah kurang lebih delapan puluh santri dari berbagai angkatan. Sebelumnya, majalah santri di Assalaam ada 6 bagian, yaitu :

  • KARNISA MAGAZINE yang mencakup seluruh santri PPMI Assalaam
  • AL QOLAM MAGAZINE yang mencakup sanri MTs
  • SMART MAGAZINE yang mencakup santri SMA
  • DBA MAGAZINE yang mencakup santri MA
  • MATRIX MAGAZINE yang mencakup santri SMK
  • SAMAWAT MAGAZINE yang mencakup santri dari Club Astronomi Santri Assalaam

Acara yang diketuai oleh akhina Daffa Dienata ini diisi oleh pemateri oleh reporter solopos, yaitu mas Cahyadi Kurniawan, dimulai dengan basmallah bersama-sama pada pukul 20.15 WIB. Diresmikan oleh sambutan ketua panitia dan ustad pembimbing yakni Ustad Bachrudin Sugiharto. Dilanjutkan dengan materi inti dari pembicara membahas tentang dasar-dasar menjadi jurnalis serta kode etik jurnalistik. Dengan beberapa kali selingan rekomendasi web untuk sekedar informasi tambahan. Dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang  diikuti dengan antusias oleh seluruh peserta diklat.

Tak terasa waktu menunjukan pukul 21.45. Acara diteruskan dengan penyerahan bingkisan oleh ketua panitia kepada pemateri dan penyerahan sertifikat serta souvenir untuk para santri yang mengikuti diklat. Ditutup dengan hamdallah bersama-sama dan dokumentasi pada pukul 21.55 WIB maka berakhirlah acara tersebut.

Asrama Festival 2019

                                Festival Asrama? Yeah, acara tahunan program milik kesantrian ini adalah salah satu dari sekian event tahunan yang ada di Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam Sukoharjo. Dan untuk pertama kalinya, opening event diaadakan di Gelora Assalaam yang juga merupakan inovasi terbaru dari Organisasi Pelajar Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam tahun ini. Tentu dengan segala yang telah dipersiapkan menjadi hal yang sangat ditunggu-tunggu bagaimana acara ini nantinya akan berjalan? Wanna know? Just read it!

                Seperti yang telah diberitahukan sebelumnya pembukaan acara ini bertempat di Gelora Assalaam. Selain adanya santri asrama 1,2 dan 4 yang menggenakan seragam yang menyesuaikan tema asramanya, juga hadir beberapa asatidz yang turut meramaikan pembukaan acara ini. Festival Asrama tahun ini juga sedikit berbeda karena dibedakannya lomba menjadi 2, yaitu lomba internal, dan lomba eksternal. Lomba internal adalah lomba-lomba biasa yang diadakan masing-masingg asrama seperti perang air, mr.dormitory, tarik-tambang, dan lain-lain. Berbeda dengan lomba eksternal yang diadakan untuk memberikan atmosfer persaingan sehat antar rayon seperti sepakbola, hias asrama, madding, dan juga video.

                Asrama 1 memakai Party sebagai tema utamanya. Hiasan seperti balon, lampu kelap-kelip, banner party, hingga lampu disko pun ada sebagai kesungguhan dari asrama ini berlomba dalam cabang lomba Hias Asrama. Dihuni oleh santri kelas 3 dan 4 menjadikan asrama ini memiliki potensi yang tinggi untuk menang karena memiliki anggota yang lebih memiliki pengalaman di sini di banding asrama lain.

                Masih menjadi trending games, asrama 2 mengusung tema battlegrounds. Dengan pernak-pernik seperti berbagai macam senjata, air-drop supply, tas level 3, hingga panci pun ada menandakan betapa meriahnya asrama ini. Dan jangan lupa jika asrama ini diisi oleh santri baru kelas 1, 4 dan takhasus. Meskipun ini tahun pertama mereka, justru ada beberapa hal baru yang tidak ada di asrama lain.

                Karena menjadi asrama yang sangat menonjolkan bahasa dalam kesehariannya, asrama 4 memilih World Tradition sebagai temanya. Memiliki blok-blok yang berbeda di dalamnya, tergantung negara apa yang di dapat. Penyampaian ciri khas per blok ini sangatlah unik. Budaya arab dan budaya eropa saja hanya dipisahkan oleh sebuah dinding kecil.

                Itulah sedikit dari keseruan dari Festival Asrama 2018/2019. Masih banyak hal lagi yang jika diceritakan akan terlalu panjang. Thanks for reading!

OP3MIA AWARDS

Pada hari Senin, 28 Januari 2019 hingga hari Jum’at, 1 Februari 2019 di Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam, para anggota Organisasi Pelajar Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam atau yang lebih lazim di panggil dengan sebutan OP3MIA, menggelar sebuah kegiatan yang bertajuk OP AWARDS. OP AWARDS sendiri merupakan suatu kegiatan yang diselenggarakan di bawah naungan OP3MIA dan di prakarsai oleh Pengurus Harian OP3MIA sendiri selaku penaggung jawab pusat seluruh bagian dalam OP3MIA. OP AWARDS di adakan dengan tujuan untuk mencari bibit – bibit unggul pemimpin dan penerus tonggak Organisasi di Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam dengan cara menyertakan para peserta yang telah di tunjuk untuk mewakii setiap angkatan sebagai anggota sementara OP3MIA. OP AWARDS juga pernah diadakan beberapa tahun sebelumnya oleh OP3MIA terdhulu dengan tujuan yang sama, yaitu mencari bibit – bibit unggul pemimpin masa depan namun acara OP AWARDS sendiri sempat di larang untuk di selenggarakan karena di anggap sebagai ajang yang rawan pembabuan dan pemalakan   terhadap  adik kelas yang turut serta berpartisipasi dalam kegiatan OP AWARDS.

Tahun ini merupakan tahun pertama diadakannya kembali OP AWARDS setelah selama satu atau dua tahun OP AWARDS di tiadakan karena beberapa masalah yang di timbulkan selama penyelenggaraannya. Dengan niat untuk membersihkan dan  memulihkan tujuan semula di adakannya OP AWARDS, para pengurus OP3MIA periode 2018/2019 berupaya untuk meyakinkan para Asatidz agar dapat mengadakan kembali kegiatan OP AWARDS . Untuk mempersiapkan susunan kepanitiaan, di tunjuklah  Akhina Bagus Ledi Prestiyono Kelas XI IPA 1 MA asal kota Semarang sebagai Ketua Panitia dalam acara OP AWARDS. Selain sebagai Ketua Panitia dalam acara OP AWARDS, Akhina Bagus Ledi juga merupakan Ketua I dalam OP3MIA, dengan menunjukan kharisma yang kuat sebagai seorang pemimpin, Akhina Bagus Ledi selalu mengawasi dan mengkoordinir jalannya kegiatan tersebut yang di adakan kurang lebih selama satu minggu. Untuk lebih menjamin keamanan kegiatan tersebut maka  di kumpulkanlah semua Ketua Bagian dari OP3MIA dan di himbau agar tidak melakukan tindakan yang di nilai membahayakan seperti pemalakan dan ancaman. Selama berjalannya kegiatan OP AWARDS, dapat di katakan jika acara berjalan dengan cukup lancar dan terkendali walau tetap terdapat beberapa kekurangan yang membuat acara ini masih jauh dari kata sempurna.

Seperti yang sudah di jelaskan sebelumnya, acara OP AWARDS ini bertujuan untuk mencari bibit-bibit unggul pemimpin dan insan yang memiliki kecakapan dalam berorganiasasi.Peserta dari OP AWARDS merupakan santri dari kelas 1 hingga kelas 4 dan juga Takhasus, sistem pelaksanaanya sendiri di atur agar setiap angakatan dari kelas 1 hingga kelas 4 dan Takhasus mengirimkan  dua orang perwakilan untuk  mengikuti setiap bagian  bagian dari ke lima belas bagian dalam OP3MIA, sehingga setiap angakatan wajib mengirimkan sejumlah 30 orang sebagai  perwakilan dalam OP AWARDS. Sistem penilaian dalam OP AWARDS terdiri dari tiga tes, yaitu tes tulis tes lisan dan tes praktek. Aspek yang di jadikan poin penilaian dalam OP AWARDS bervariasi, tergatung pada standar yang di tetapkan masing-masing bagian. Misalnya saja Bagian Hubungan Masyarakat yang menekankan pada kepercayaan diri setiap pesertanya dan Bagian Pengembangan Bahasa yang menekankan pada kecakapan berbahasa dan berani menegakkan jalannya bahasa di PPMI Assalaam. Dengan berbagai aspek yang di jadikan penilaian, tentu tidak mudah untuk memperebutkan kemenangan di tengah persaingan yang cukup ketat, namun semangat tidak pernah pudar selama berjalannya kegiatan OP AWARDS. Antusiasme yang cukup besar dan keinginan untuk membuktikan kemampuan masing-masing individu di uji dengan berbagai tantangan yang di berikan oleh Ketua  Bagian kepada peserta dari bagian masing-masing.

Setelah kurang lebih selama satu minggu kegiatan berlangsung, akhirnya tibalah malam penutupan dan pengumuman pemenang dari masing-masing bagian yang di laksanakan pada hari Jum’at, 1 Februari 2019 sekitar pukul 20.30 sampai 22.00 WIB. Pada sore hari sebelum malam penutupan, dikumpulkanlah dua finalis dari setiap bagian untuk mempersiapkan segala sesuatu yang di butuhkan   untuk malam penutupan, dari dua finalis tersebut hanya di ambil satu orang pemenang untuk setiap bagian,sehingga ada sejumlah 30 finalis dan 15 pemenang dalam OP AWARDS. Kebanyakan santri yang berhasil meraih predikat juara atau pemenang dalam OP AWARDS berasal dari santri kelas 3  kemudian di susul santri kelas 4, 2, dan santri kelas 1. Yak, walaupun masih tergolong santri baru dan belum terlalu berpengalaman, buktinya ada saja santri kelas 1 yang berhasil memenangkan OP AWARDS dan dapat bersaing dengan kakak kelasnya yang di anggap lebih berpengalaman. Hadiah yang di terima oleh para pemenang dalam OP AWARDS adalah sebuah piagam dan sebuah medali serta voucher belanja di Kopontren Assalaam. Dengan hadiah yang di berikan kepada para pemenang, di harapkan seluruh santri akan lebih termotivasi dalam berorganisasi dan ingin lebih mendalami peran organisasi dalam Pondok Pesantren. Dengan berakhirnya acara OP AWARDS maka berakhirlah pula keanggotaan peserta OP AWARDS dalam OP3MIA, dan di harapkan tujuan dari pada OP AWARDS dapat tercapai dan dapat mengasah  generasi penerus OP3MIA di tahun-tahun kedepannya.

Kegiatan Study Banding Organisasi Siswa Condong Riyadul Ulum wa Da’wah ke PPMI Assalaam

OP3MIA kedatangan tamu!! Siapakah dia?

                Pada hari minggu tanggal 3 Februari 2019 PPMI Assalaam kedatangan tamu dari Organisasi Pelajar Pondok “Riyadul Ulum wa Da’wah” yang disebut dengan OSPC (Organisasi Siwa Pondok Condong) . Diawali dengan penyambutan oleh bagian humas pada pukul 08.30 , kemudian seluruh tamu dibawa ke masjid Assalaam dan dimulailah acara Study Banding. Yakni, pembukaan oleh Ust Lutfi disambung dengan sambutan dari perwakilan asatidz Pondok Riyadul Ulum, dan dilanjutkan sambungan perwakilan adari Assalaam.

Setelah itu dimulai dengan sesi tanya jawab dan sharing per bagian dari OP3MIA. Dari Pondok Riyadul Ulum ada 23 Bagian organisasi, dengan total pengurus 130 santri. Pada pukul 10.15, santri Riyadul Ulum dipersilahkan mengelilingi Pondok Assalaam dengan dipandu oleh beberapa pengurus OP3MIA dari semua bagian. Setelah puas berkeliling Pondok Assalaam para santri Pondok Riyadul Ulum berswafoto di depan gedung Assalaam Center bersama teman teman baru mereka OP3MIA.

Setiap pertemuan pastinya ada perpisahan. Begitu juga dengan pertemuan dalam rangka studi banding ini. Diakhiri dengan pelepasan oleh OP3MIA dengan mengantar para santri Riyadul Ulum menuju bis mereka yang berada di lapangan barat.

Study Comperative OP3MIA 2018/2019

Study comparative atau biasa disebut dengan studi banding adalah kegiatan tahunan dari Kesantrian Putra PPMI Assalaam yang dilaksanakan oleh santri kelas XI, guna menambah wawasan dan pengalaman dalam kepengurusan di OP3MIA (Organisasi Pelajar Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam).

Hari kamis tanggal 17 Januari 2019 perjalanan teman teman OP pun dimulai , kegiatan pertama yang dilaksanakan adalah pengarahan dan pesan dari mudir pondok Ust Arkanuddin Budiyanto M .I,Kom kepada seluruh santri kelas XI agar menjaga akhlak ketika berkunjung ke pondok lain dan lebih fokus mengambil ilmu maupun pengalaman yang positif yang bisa diterapkan di pondok kelak. Setelah panjang lebar memberikan nasihat sebelum perjalanan semua santri OP membaca doa bersama agar perjalanan ini diberkahi oleh Allah Swt.

Destinasi pertama yang dituju oleh tim rombongan adalah Pondok Al-Irsyad Salatiga yang dimana pondok tersebut memiliki santri yang bahasa dan hapalannya bagus dalam kesehariannya. Kedatangan kami disambut dengan hangat oleh asatidz Al-Irsyad dan perjumpaan kami dengan para santri pengurus atau dalam sebutan mereka Jamiatul Tholabah diawali dengan kegiatan sparing futsal antar pondok. Setelah lelahnya sparing teman teman OP bersiap siap untuk berangkat ke masjid guna melaksanakan sholat magrib sekaligus sholat isya, makan malam pun dilakukan setelah sholat ketika resto Al-Irsyad telah sepi dari santri yang mukim disana. Kegiatan berikutnya kami semua dikumpulkan di masjid bersama teman teman Jamiatul Tholabah guna sharing tentang pengalaman kepengurusan, sebelum acara dimulai pembukaan dibuka dengan sambutan hangat antara ketua OP3MIA dan Ketua Jamiatul Tholabah. Alhamdulillah kegiatan berjalan dengan lancar dan diakhiri dengan salam salaman dan foto bersama antar bagian.

Destinasi selanjutnya tim rombongan dibawa menuju ke Pondok Darul Ulum Jombang, tepat pada pagi hari kami sampai dijombang guna melaksanakan sholat shubuh setelah isoma kami langsung menuju kepondok Darul Ulum, kami semua disambut oleh para Kyai pengasuhan yang bertugas menyambut tamu disana, kami diajak mengelilingi pondok yang luasnya hampir 40 hektar. Setelah puas berkeliling kami melaksanakan sholat jumat masjid Raya Jombang perjalanan tidak berakhir disini. Tim menuju destinasi ketiga yakni pare, setelah memakan waktu perjalanan yang lumayan singkat kami semua turun disalah satu bangunan milik rumah kursus Ar rahmah pare disana para santri dibiarkan untuk beristirahat dan berkeliling kampung Inggris Pare , malamnya tim ar rahmah mengadakan kegiatan ice breaking di salah satu kedai kopi bersama teman teman Op kegiatan berjalan dengan sangat menyenangkan melalui 4 sesi dari kakak kakak ar rahmah para santri bisa tertawa riang dengan game yang membuat hati dan pikiran refresh kembal,  setelah puas menginap di Pare, Destinasi terakhir selanjutnya adalah Jatim Park 1 disana kami menghabiskan waktu hampir seharian dengan puas bermain wahana .

Setelah semua destinasi telah di datangi kami berbalik lagi ke pondok kebanggan PPMI Assalaam guna mejalani kehidupan seperti biasanya dipondok dan semoga dengan diadakannya kegiatan studi banding ini bisa semakin meningkatkan semangat teman teman OP3MIA dalam kepengurusannya.

Koordinator Gerakan Pramuka Adakan Upacara Pembukaan Kegiatan Pramuka

Upacara Pembukaan Keg. Pramuka

[Sabtu, 12 Januari 2019] OP3MIA bagian Koordinator Gerakan Pramuka hadir kembali di tahun pelajaran 2019 dengan menghadirkan suasana yang berbeda di PPMI Assalaam , upacara pembukaan kegiatan pramuka dilaksanakan di gelora yang diramaikan oleh para santri dari kelas 1-5 begitupula dengan kelas TKS, terkhususnya kepada kelas 1 dan TKS ini adalah pengalaman pertama mereka mengikuti kegiatan pramuka di Assalaam karena tahun pelajaran kemarin mereka lebih difokuskan dalam bimbingan bahasa Arab dan baca quran

Upacara pembukaan kegiatan pramuka berjalan dengan khidmat dan serius, untuk petugas upacara di berikan sepenuhnya kepada santri dari kelas 4 .Upacara dimulai tepatba’da ashar, seluruh santri digiring langsung oleh kakak kakak OP3MIA bagian Pramuka menuju gelora, setelah sesampainya di gelora seluruh santri diperintahkan untuk membentuk barisan yang rapi dan lurus, bisa dibilang dari keseluruhan santri begitu taat mengikuti para kakak kakak OP.

Suara lantang dari seluruh komandan peleton masing masing SKH menjadi awal dari dimulainya upacara dan pembukaan kegiatan pramuka tahun pelajaran 2019 diresmikan oleh Ust Helmy Zakaria selaku pembimbing OPPPMIA bagian Pramuka. Beliau berpesan kepada seluruh santri bahwa liburan tahun pelajaran 2018 telah selesai dan kali ini kita semua akan menghadapi pengalaman baru di tahun pelajaran kali ini maka jangan terkejut bila banyak muncul hal hal baru di kepengurusan tahun ini.Para santri dengan hikmat mendengar Ustadz berbicara lebar tentang kepramukaan, mereka semua memancarkan semangat dan antusia baru dengan dimulainya pembukaan kegiatan pramuka di tahun ajaran 2019. 

Setelah Upacara pembukaan selesai, persiapan untuk kegiatan pramuka tahun ini dimulai dengan pembagian grup SKH baru kepada kelas 1 dan TKS yang dibagi langsung kakak kakak OP bagian pramuka dari kelas 5, maka dengan terlah terlaksananya agenda pembukaan kegiatan pramuka tahun 2019 secara resmi di PPMI Assalaam, semoga bisa menjadi acuan para santri untuk bisa terus  terampil dalam menumbuhkan karya karya maupun prestasi baru untuk pondok tercinta ini dalam kegiatan pramuka.

Salam Pramuka.

Santri Putra Ikuti Kegiatan Muhadoroh Kubro Sekaligus Pembukaan Kegiatan Bahasa Semester II Tahun Ajaran 2018/2019

Pada semester genap pada tahun ajaran ini, Bagian Bahasa OP3MIA sudah mulai bekerja kembali seperti biasanya. Hal ini ditunjukkan dengan diadakannya acara Muhadharah Kubro pada tanggal 9 Januari 2019 yang bertempat di Masjid Jami’ Assalaam. Kegiatan bagian bahasa ini ditujukan untuk menampilkan dan menunjukkan bakatsantridalamberbahasaasingsertakemampuanberbicara di depanumum (Public Speaking). Dikarenakan dalam zaman modern inibahasamerupakanaspekpentingdansangatdibutuhkandalamkehidupan yang akanmendatangataukitaakankalahsaingdengan orang” lain yang berusahamemperdalamkemampuanbahasamerekadenganpenuhsemangat.

Acara ini dimulai dengan pembukaan yang dibawakan oleh Akhi Rajendra Adhipramana Putra dari bagian bahasa. Dilanjutkan denganTilawah Qur’an oleh Akhi Muhammad Rafli yang membacakan Al-Qur’an dengans uaranya yang merdu. Maka masuklah kita ke acara inti yang diisi oleh 4 pembicara (Speaker), perwakilan dari tiap-tiap angkatan. Pembicara pertama dari kelas 10 SLTA, Hakam Muhammad Dany yang melantangkan pidato mengguanakan bahasa arab tentang “Islam dan Perdamaian”. Dari pidatonya kita dapat mengambil kesimpulan bahwa agama islam sebenarnya penuh dengan perdamaian tetapi dirusak oleh orang-orang yang masih belum paham agama.

Kemudian Anas Albara dari kelas 9 MTs menyampaikan pidatonya dengan bahasa arab. Kemudian, perwakilan daribagian bahasa yangmemperingatkan kita yang sudah difasilitasi dalam belajar bahasa masih kalah semangat dengan orang-orang luar yang bahkan harus mengeluarkan banyak uang untuk mengejar keinginanmereka. Akhi Faiq Muhammad Arif, dengan aksen Ingrrisnya membawakan pidatonya dengan penuhs emangat dan tegas.

Pembicara terakhir yang cukup unik dikarenakan pengguanaan bahasa jepang sebagai media pidatonya, Akhi Daffa Pradana menyampaikan pentingnya kata “TerimaKasih” dan “Maaf” dalam sopan santun terutama dalam kehidupan social kita. Acara ini ditutup dengan kata penutup dari Akhi Garin Arivian Muhammad, selaku Ketua Bagian Bahasa yang menjelaskan pentingnya bahasa arab dalam pembelajaran agama islam, dan juga penjelasan beberapa acara bahasa yang akandatang.”

“Langguage is the corwn of our Ma’had”